Pengertian
Metodologi
Metodologi
adalah cara untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama
untuk mencapai suatu tujuan, Cholid Narbuko, (2007:1). Berdasarkan pendapat di
atas maka metodologi merupakan syarat yang harus dikuasai oleh peneliti bila
ingin melakukan penelitian, karena dengan penguasaan hal itu maka akan
memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian karena dapat memberikan
petunjuk, arah serta sasaran yang jelas tentang apa yang akan diteliti. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Menurut Sumadi Suryabrata (2000:18), bahwa metode penelitian deskriptif adalah
suatu metode yang bertujuan membuat secara sistematis, faktual, dan akurat
mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Hal tersebut
sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto (2006:195) yang mengatakan bahwa
metode yang bersifat deskriptif bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan
atau suatu fenomena.
Fungsi Penelitian
Mencarikan
penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi
kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Penjelasan dan
jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana
halnya dalam penelitian dasar (basic
research) dan dapat pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya
ditemui pada penelitian terapan (applied
research).
Tahap-Tahap Penelitian
Berikut ini tahap-tahap penelitian, menurut jurnal Metodologi Penelitian
& Penelitian Sampel, antara lain:
1. Perencanaan
Perencanaan meliputi penentuan
tujuan yang ingin dicapai oleh suatu penelitian dan merencanakan strategi umum
untuk memperoleh dan menganalisa data bagi penelitian itu.
2. Pengkajian terhadap rencana penelitian
Tahap ini meliputi pula
penentuan macam data yang diperlukan untuk mencapai tujuan pokok penelitian.
Tahap ini merupakan tahap penyusunan usulan proyek penelitian.
3. Pengambilan contoh (Sampling)
adalah proses pemilihan
sejumlah unsur / bagian tertentu dari suatu populasi guna mewakili seluruh
populasi itu.
4. Penyusunan daftar pertanyaan.
Ini merupakan proses
penterjemahan tujuantujuan studi ke dalam bentuk pertanyaan untuk mendapatkan
jawaban yang berupa informasi yang dibutuhkan.
5. Tahap wawancara
Tahap ini meliputi pemilihan
dan latihan para pewawancara, bimbingan dalam wawancara serta pelaksanaan
wawancara.
6.
Editing dan Coding
Coding adalah proses
memindahkan jawaban yang tertera dalam daftar pertanyaan ke dalam berbagai
kelompok jawaban yang dapat disusun dalam angka dan ditabulasi. Editing biasanya
dikerjakan sebelum coding agar pelaksanaan coding dapat sesederhana mungkin.
Editing juga meneliti lagi daftar pertanyaan yang telah diisi apakah yang
ditulis di sitibenar atau sudah sesuai dengan yang dimaksud.
7. Analisis dan laporan
meliputi berbagai tugas yang saling berhubungan
dan terpenting pula dalam suatu proses penelitian.
Ragam
Penelitian
Penelitian
dapat diklasifikasikan menjadi bermacam-macam. Klasifikasi tersebut dapat
dilakukan berdasarkan beberapa tinjauan yaitu : bidang ilmu, pendekatan, tempat
pelaksanaan, pemakaian, tujuan umum, taraf, metoda, dan ada tidaknya intervensi
terhadap variabel.
1. Klasifikasi
Penelitian berdasarkan Bidang Ilmu
Ada bermacam-macam
bidang ilmu dan jika penelitian dilakukan untuk bidang ilmu tertentu maka ragam
penelitian yang dilakukan disebut sesuai dengan bidang ilmu tersebut. Dengan
demikian ditinjau berdasarkan bidang-bidang ilmu yang ada penelitian dapat
dibedakan menjadi :
a.
penelitian pendidikan,
b.
penelitian kedokteran,
c.
penelitian keperawatan,
d.
penelitian kebidanan,
e.
penelitian ekonomi,
f.
penelitian pertanian,
g.
penelitian biologi,
h.
penelitian sejarah, dst.
2. Klasifikasi
Penelitian Berdasarkan Pendekatan yang Dipakai
Berdasarkan
pendekatan yang dipakai, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian
kuantitatif dan penelitian kualitatif. Masing-masing pendekatan tersebut
memiliki paradigma, asumsi, karakteristik sendirisendiri. Kedua pendekatan
penelitian tersebut dapat dilakukan dengan cara simultan dan saling mengisi
sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat diwujudkan proses penelitian yang
komprehensif.
3. Klasifikasi
Penelitian Berdasarkan Tempat Pelaksanaannya
Penelitian dapat
dilakukan diberbagai tempat, yaitu diperpustakaan, lapangan, laboratorium atau
gabungan dari tempattempat tersebut. Atas dasar tinjauan tersebut penelitian
dibedakan menjadi :
a. penelitian
perpustakaan (library research),
b. penelitian
laborartorium (laboratory research), dan
c. penelitian
lapangan (field research)
4. Klasfikasi
Penelitian Ditinjau berdasarkan Pemakaiannya
Hasil penelitian
dapat dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi terori serta memecahkan
masalah. Atas dasar tinjauan ini penelitian dapat dibedakan menjadi :
a. Penelitian
penelitian murni (pure research atau basic research) Penelitian murni atau
penelitian dasar merupakan penelitian yang dilakukan dengan maksud hasil
penelitian tersebut dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi teori-teori
ilmiah.
b. Penelitian
terapan (applied research). Penelitian terapan adalah ragam penelitian dimana
hasilnya diterapkan berkenaan dengan upaya pemecahan masalah .
5. Klasifikasi
Penelitian Berdasarkan Tujuan Umumnya
Berdasarkan tujuan
umumnya, penelitian dibedakan menjadi: penelitian eksploratif, penelitian
pengembangan, dan penelitian verifikatif.
a. Penelitian
eksploratif, adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengekplorasi
fenomena yang menjadi sasaran penelitian.
b. Penelitian
pengembangan (developmental research), adalah penelitian yang dilakukan untuk
mengembangan suatu konsep atau prosedur tertentu.
c. Penelitian
verifikatif, merupakan penelitian yang dilakukan dengan tujuan membuktikan
kebenaran suatu teori pada waktu dan tempat tertentu.
6. Klasifikasi
Penelitian Berdasarkan Tarafnya
Penelitian
ditinjau berdasarkan tarafnya dibedakan menjadi dua, yaitu penelitian
deskriptif dan penelitian analitik. Penelitian deskriptif merupakan penelitian
pada taraf mendiskripsikan variable yang diteliti tanpa dilakukan analisis
dalam keterkaitannya dengan variable lainnya. Sedangkan jika penelitian
dilakukan bukan sekadar mendiskripsikan variable penelitian tetapi dilakukan
analisis dalam hubungannya dengan variable-variabel lainnya disebut penelitian
analitik.
7. Klasifikasi
Penelitian Berdasarkan Metode
Berdasarkan metode
yang dipakai, penelitian dibedakan menjadi penelitian longitudinal dan
penelitian cross-sectional. Penelitian longitudinal (longitudinal research)
adalah penelitian yang dilakukan dengan metode longitudinal (longituninal
method), yaitu metode penelitian yang membutuhkan waktu yang lama,
berbulan-bulan bahkan bertahun, secara berkesinambungan. Sedangkan penelitian
cross-sectional (cross-sectional research) merupakan penelitian yang dilakukan
dengan metode cross-sectional (cross-sectional method), yaitu metode penelitian
yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu yang relative pendek dan tempat
tertentu.
Manfaat
metodologi penelitian adalah:
1. Menggunakan metodologi, peneliti dapat
memudahkan pekerjaannya agar sampai pada
tahap pengambilan keputusan atau kesimpulan-kesimpulan.
2. Menggunakan metodologi, para peneliti dapat
mengatasi berbagai keterbatasan yang ada, misalnya keterbatasan waktu, biaya,
tenaga, etik, dan lain-lain.
3. Kesimpulan yang diambil oleh peneliti dapat
terpercaya.
4. Kesimpulan yang diambil dapat digunakan untuk
memecahkan permasalahan.
A. Penelitian
Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu
gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif
memusatkan perhatian kepada masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat
penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha
mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa
memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang
diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel.
B.
Studi Kasus
Penelitian Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang
individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Misalnya,
mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja.
Terhadap kasus tersebut peneliti mempelajarinya secara mendalam dan dalam kurun
waktu cukup lama. Mendalam, artinya mengungkap semua variable yang dapat
menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek.
Tekanan utama dalam studi kasus adalah mengapa individu
melakukan apa yang dia lakukan dan bagaimana tingkah lakunya dalam kondisi dan
pengaruhnya terhadap lingkungan. Untuk mengungkap persoalan kepala sekolah yang
tidak disiplin peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada
masa lalu, sekarang, lingkungan yang membentuknya, dan kaitan variabel-variabel
yang berkenaan dengan kasusnya. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti
rekan kerjanya, guru, bahkan juga dari dirinya. Teknik memperoleh data sangat
komprehensif seperti observasi perilakunya, wawancara, analisis dokumenter,
tes, dan lain-lain bergantung kepada kasus yang dipelajari.
Setiap data dicatat secara cermat, kemudian dikaji, dihubungkan
satu sama lain, kalau perlu dibahas dengan peneliti lain sebelum menarik
kesimpulankesimpulan penyebab terjadinya kasus atau persoalan yang ditunjukkan
oleh individu tersebut. Studi kasus mengisyaratkan pada penelitian kualitatif.
Kelebihan studi kasus dari studi lainnya adalah, bahwa peneliti dapat
mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh.Namun kelemahanya sesuai
dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subyektif,
artinya hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan
untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi
informasi sangat terbatas penggunaannya. Studi kasus bukan untuk menguji
hipotesis, namun sebaliknya hasil studi kasus dapat menghasilkan hipotesis yang
dapat diuji melalui penelitian lebih lanjut. Banyak teori, konsep dan prinsip
dapat dihasilkan dan temuan studi kasus.
C.
Penelitian Survei
Penelitian survei cukup banyak digunakan untuk pemecahan masalah-masalh
pendidikan termasuk kepentingan perumusan kebijaksanaan pendidikan. Tujuan
utamanya adalah mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekolompok obyek
(populasi). Survei dengan cakupan seluruh populasi (obyek) disebut sensus.
Sedangkan survei yang mempelajari sebagian populasi dinamakan sampel survei.
Untuk kepentingan pendidikan, survei biasanya mengungkap permasalahan yang
berkenaan dengan berapa banyak siswa yang mendaftar dan diterima di suatu
sekolah? Berapa jumlah siswa rata-rata dalam satu kelas? Berapa banyak guru
yang telah memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan? Pertanyaan-pertanyaan
kuantitatif seperti itu diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pemecahan
masalah pendidikan disekolah. Pada tahap selanjutnya dapat pula dilakukan
perbadingan atau analsis hubungan antara variabel tersebut.
D.
Studi Korelasional
Seperti halnya survei, metode deskriptif lain
yang sering digunakan dalam pendidikan adalah studi korelasi.
Studi ini mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana
variasi dalam satu variable berhubungan dengan variasi dalam variabel lain.
Derajat hubungan variable-variabel dinyatakan dalam satu indeks yang dinamakan
koefisien korelasi. Koefisien korelasi dapat digunakan untuk menguji
hipotesis tentang hubungan antar variabel atau untuk menyatakan besar-kecilnya
hubungan antara kedua variabel.
Studi korelasi bertujuan menguji hipotesis, dilakukan dengan cara mengukur sejumlah
variabel dan menghitung koefisien korelasi antara variabel-variabel tersebut,
agar dapat ditentukan variabel-variabel mana yang berkorelasi. Misalnya
peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang sekiranya berhubungan
dengan kompetensi profesional kepala sekolah.
Semua variabel yang ada kaitannya (misal latar belakang
pendidikan, supervisi akademik, dll) diukur, lalu dihitung koefisien
korelasinya untuk mengetahui variabel mana yang paling kuat hubungannya dengan
kemampuan manajerial kepala sekolah.
E.
Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna
membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen
merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan
kuantitatif. Dalam metode penelitian eksperimen,
peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol,
kegiatan memanipulasi, dan observasi. Dalam metode penelitian eksperimen,
peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu
kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok
kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.
F.
Penelitian Tindakan
penelitian tindaakan adalah suatu bentuk penelitian refleleksi-diri yang
dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk
pendidikan) untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. Dengan demikian
akan diperoleh pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek
tersebut dilaksanakan. Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan
dan keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga
area yaitu: (1) Untuk memperbaiki praktek; (2) Untuk pengembangan profesional
dalam arti meningkatkan pemahaman/kemampuan para praktisi terhadap praktek yang
dilaksanakannya; (3) Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktek
tersebut dilaksanakan.
G.
Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D)
Penelitian dan Pengembangan atau Research and
Development (R&D) adalah strategi atau metode penelitian
yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktek. Yang dimaksud dengan Penelitian dan
Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah
rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk
baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggung
jawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat
keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran
di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti
program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran dikelas, perpustakaan atau
laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan,
bimbingab, evaluasi, sistem manajemen, dan lain-lain.
Daftar Pustaka:
1. http://digilib.unila.ac.id/9110/16/BAB%20III.pdf
3. Dharminto, Metodologi Penelitian & Sampel :
Eprints.undip.ac.id (diakses pada :13/10/2017 : 20.30 WIB)